Yang tinggal adalah pernyataan saling menyerang dari masing-masing pemimpin. Tulisan ini secara sederhana akan berusaha menggambarkan hubungan antara krisis ekonomi dan melemahnya solidaritas di antara bangsa-bangsa ASEAN. Secara deskriptif tulisan ini berusaha menggambarkan sekuen-sekuen peristiwa di sekitar krisis Asia dan mencari hubungan di antara peristiwa-peristiwa tersebut. Meskipun kejatuhan Soeharto menandai titik balik hubungan internasional di Asia Tenggara, hal ini tidak akan mendapat perhatian yang khusus, untuk mengatakan bahwa faktor kejatuhan Soeharto bukanlah sebuah variabel independen. Eksplanasi Krisis Asia: Runtuhnya Rezim Akumulasi dan Melemahnya Struktur Hegemonik. Krisis yang menyerang Asia bukanlah datang dengan tiba-tiba, namun merupakan kelanjutan dari krisis akumulasi yang telah terjadi sebelumnya (Bello & Rosenfeld, 1990). Krisis terjadi pula ketika negara-negara macan Asia sedang mendapat pujian dari sebagian ekonom dan lembaga keuangan dunia sebagai model pembanguna ekonomi bagi negara-negara berkembang lain di dunia. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yaitu antara 7 sampai 10% pertahun, jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang hanya mencapai 3% per tahun. Juga barang-barang ekspor mereka telah berhasil menguasai pasaran dunia (Naisbitt, 1990). Namun ternyata keajaiban ekonomi tersebut dibangun di atas rumah kartu, yang begitu angin berhembus, maka runtuh pula susunan kartu tersebut. hal1 hal3 |
artikel hal1 hal2 hal3 hal4 hal5 hal6 hal7 hal8 hal9 hal10 hal11 hal12
|