ASEAN:KRISIS EKONOMI, DEMOKRA(TISA)SI DAN INTERVENSI (Sebuah Studi Awal) |
M. Taufiqurahman HI UGM |
||
| Pendahuluan Krisis ekonomi yang terjadi di Asia mulai pertengahan tahun 1997- benar-benar telah melemahkan kekuatan negara-negara yang pada masa sebelumnya dikenal sebagai macan-macan Asia, Korea Selatan, Indonesia, Thailand dan sampai taraf tertentu Jepang dan Malaysia. Krisis yang pada mulanya adalah sebuah krisis finansial pada wilayah ekonomi, yang kemudian merambah ke struktur politik masing-masing negara yang terserangnya. Di Korea Selatan, sebuah pemerintahan yang demokratis terbentuk dan dipercaya untuk menangani krisis, juga di Thailand. Di Malaysia, krisis ekonomi menggoncang kemapanan posisi perdana menteri Mahattir Muhammad, yang sekalipun tidak menjatuhkannya namun telah cukup menimbulkan gejolak yang cukup berarti. Dan sebagai akibat konsolidasi kekuatan Mahattir, yang menjadi korban adalah deputi perdana menteri, Anwar Ibrahim. Puncak dari semuanya adalah jatuhnya Presiden Soeharto dari puncak kekuasaan yang telah dipegangnya selama 32 tahun. Kejatuhan Soeharto juga menandai titik balik bagi organisasi negara-negara Asia Tenggara, ASEAN. Pasca kejatuhan Soeharto, ASEAN bagaikan ayam kehilangan induknya. Solidaritas yang selama ini mewarnai hubungan antara negara-negara ASEAN hanya menjadi kenangan masa lalu. Tidak ada lagi diplomasi lapangan golf, atau pendekatan berhati-hati serta konsultatif di antara negara anggotannya. hal2 |
artikel hal1 hal2 hal3 hal4 hal5 hal6 hal7 hal8 hal9 hal10 hal11 hal12
|